Usaha Pembuatan Tembakau Suntil - ASD CooperativeASD Cooperative
boxed
color
#666666
https://www.asdc.co.id/wp-content/themes/zap/
https://www.asdc.co.id/
#7AB317
style4

Usaha Pembuatan Tembakau Suntil

Nuraini (48) Wanita yang murah senyum ini menghabiskan hari-harinya menjalankan usaha pembuatan Tembakau Suntil (bakongasoe/tembakau gulung) bersama sang suami.

Usaha yang mereka rintis sudah berjalan kurang lebih 10 tahun, namun, semenjak suaminya meninggal dunia 2 tahun silam, Ibu Nuraini mengembangkan usahanya menjadi penampung dengan cara membeli hasil tembakau suntil warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petani tembakau.

Usaha pembuatan tembakau suntil ini merupakan usaha turun termurun penduduk Desa Lueng Nibong Kec.Bandar Baru Kab.Pidie Jaya. Sebagian besar mata pencarian penduduk desa ini menjalankan usaha pembuatan tembakau suntil.

Ibu Nuraini sudah berhasil memasarkan tembakau suntil hampir seluruh wilayah Aceh, dari Peureulak – Aceh Timur sampai dengan Aceh Besar dan juga Aceh Tengah.

Proses pembuatannya masih mengunakan alat tradisional, pernah beralih mengunakan alat yang lebih modern, tapi hasilnya kasar dan tidak sebagus alat tradisional, tutur salah satu karyawan Ibu Nuraini, alat tersebut tidak digunakan lagi sampai saat ini. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan tembakau suntil berkualitas lebih dari 3 minggu. Omset ibu Nuraini perbulan rata-rata Rp. 20.000.000 (dua puluh juta). Yang menarik perhatian dari ibu Nuraini, beliau mengkoordinir semua pengiriman hanya seorang diri.

Nuraini yang saat ini sudah menjadi member Micro Enterprise ASD Cooperative berharap usahanya semakin berkembang dan dapat menampung lebih banyak lagi tenaga kerja. Dengan usahanya yang semakin berkembang tentunya Nuraini berharap untuk mendapat pinjaman modal yang lebih besar dari ASD Cooperative. Semoga…!!!

seta
paged
Loading posts...
magnifier
#5c5c5c
on
loading
off