17
Nov

Nurhayati (48) merintis usaha pembuatan roti bersama dengan suami tercinta Heri Rahmat. Sebelumnya ketika masih terjadi komflik bersenjata RI – GAM, Nurhayati menekuni usaha pembuatan kerupuk di Desa Asir-asir Kota Takengon.
Walaupun pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut pas-pasan, Nurhayati tetap berusaha bertahan demi menghidupi keluarganya yang sudah memiliki 4 orang anak.
Setelah perjanjian damai antara GAM dan RI ditandatangani pada tahun 2005 di Helsinki, kondisi keamanan semakin membaik dan mulai membangkitkan perekonomian rakyat. Nurhayati memutuskan untuk Hijrah ke Desa Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Dengan modal seadanya Nurhayati beserta suami memberanikan diri untuk merintis usaha baru yaitu Pabrik Roti. Sampai saat ini usaha pabrik roti Nurhayati semakin berkembang dan telah memperkerjakan 14 orang karyawan yang bekerja dibagian produksi maupun di bagian delivery. Pabrik roti Nurhayati mampu memproduksi 1000 bungkus roti setiap hari dan dikirimkan ke desa-desa di Bener Meriah.
Karyawan Nurhayati mendapatkan upah sebesar Rp. 300.000,- bersih perbulan. Ditambah dengan biaya hidup sehari-hari yang ditanggung sepenuhnya oleh Nurhayati. Yang menarik dari karyawan ini ternyata bukan saja berasal dari Kabupaten Bener Meriah tapi juga ada yang dari luar Aceh seperti dari Tasik Malaya dan Tapanuli Selatan.
Nurhayati yang saat ini sudah menjadi member Micro Loan ASD Cooperative berharap usahanya sekin berkembang dan dapat menampung lebih banyak lagi tenaga kerja. Dengan usahanya yang semakin berkembang tentunya Nurhayati berharap untuk mendapat pinjaman modal yang lebih besar dari ASD Cooperative. Semoga…!!!

0 No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *